Bupati Taput : Tanpa Media Keberhasilan Program Pemda Tak Tersosialisasi

Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan Paparkan Transformasi Digital Ditengah Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Tapanuli Utara di Acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang dilangsungkan di The Jayakarta Hotel Jalan Hayam Wuruk, Rabu (08/12-2021). Foto dok deadline-news.com.
0

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Jakarta-Bupati Tapanuli Utara (Taput) Provinsi Sumatra Utara Nikson Nababan dihadapan pengusaha media jaringan serikat media siber Indonesia (SMSI) di arena Rakernas 2 Rabu (8/12-2021), menegaskan Pemerintah daerah (Pemda) harusnya bekerjasama dengan media.

“Sebab tanpa peran media massa keberhasilan program Pemda tidak tersosialisasi dengan baik,”ujar bupati dua periode yang mantan wartawan itu.

Menurutnya keberhasilannya di Pemda Taput berkat kerjasama publikasi dengan media massa. Namun begitu tetap butuh kontrol yang berimbang.

Selain itu potensi-potensi daerah harus di publikasikan melalui media.

“Media sangat berperan dalam mempublikasikan potensi daerah dan keberhasilan Pemda. Sehingga daerah lain, baik nasional maupun Internasional dapat mengetahui potensi daerah kita,”tutur Bupati dua periode itu yang juga ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten seluruh Indonesia (APKASI).

Salah satu keberhasilannya yang tersosialisasi dengan baik di media adalah perjuangannya membangun Bandara Silangit menjadi Bandara Internasional.

Apalagi di Taput itu terdapat berbagai destinasi yang mendunia antara lain Danau Toba yang butuh publikasi di media massa.

Kehadiran Bandara Silangit menjadi Bandara International saat ini, membuat akses dari Tapanuli Utara ke Ibu Kota Jakarta menjadi langsung dan lebih cepat.

“Untuk ke Jakarta sekarang tidak harus menghabiskan waktu 10 jam lagi. Berkat dukungan Presiden Pak Jokowi, bisa langsung dari Taput ke Jakarta,” ujar Bupati Nikson mengawali pembicaraan.

Diketahui, sejak tahun 2016 Bandara silangit sudah didarati oleh pesawat berbadan besar dari dan menuju Bandara Halim Perdana Kusuma dan Bandara Soekarna Hatta dengan berbagai maskapai penerbangan nasional.

Nikson yang merupakan mantan wartawan ini juga menjelaskan komitmennya dalam membangun Tapanuli Utara dari desa. Dia mengklaim bahwa upayanya itu merupakan gerakan perubahan untuk mewujudkan masyarakat sejahtera dan mandiri.

“Desa kuat otomatis kota maju. Untuk mewujudkannya, perputaran perekonomian masyarakat petani harus berjalan dengan baik dengan terbukanya lahan tidur pertanian dan tersedianya Insfrastruktur,” ungkap Nikson.

Di periode pertamanya, Nikson Nababan membidik sektor pertanian menjadi salah satu upaya dalam mempercepat pertumbuhan perekonomian desa.

Membangun desa sebagai pusat percepatan pembangunan terus dilanjutkan di periode kedua kepemimpinannya dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas jalan untuk memperluas pertumbuhan ekonomi, penguatan integritas wilayah dan interkoneksi dengan kawasan pembangunan sekitarnya.

Karenanya pembukaan jalan sentra pertanian menjadi salah satu akses interkoneksi menjadi prioritas utama.

Nikson Nababan bercerita, dia memulai program pembangunannya sejak periode awal kepemimpinannya di tahun 2014, yakni dengan langsung  turun ke desa-desa untuk mengajak warga membuka lahan tidur.

“Kenapa masyarakat tidak mengelolah lahan tidur itu untuk dikelola menjadi lahan pertanian. Ternyata kebentur dana yang begitu besar, karena harus menurunkan alat berat,” tuturnya.

Awalnya memang ada rencana supaya  dipihak ketigakan atau ditenderkan untuk membuka jalan sentra pertanian itu. Setelah dihitung, ternyata tidak jadi karena menelan biaya yang begitu besar dan uang Pemkab tidak ada.

Akhirnya tahun 2015 Bupati Nikson membeli alat berat Excavator sebanyak 4 unit yang peruntukkannya membuka lahan tidur dan akses jalan pertanian di desa. Tahun berikutnya membeli satu unit Buldozer, satu unit Grader dan satu unit Excavator mini.

Semua alat berat itu bekerja untuk merealisasikan permohonan warga membuka akses jalan ke sentra pertanian.

“Alat berat milik Pemkab Taput sangat membantu kehidupan masyarakat desa di Tapanuli Utara. Masyarakat desa sudah merdeka karena lahan tidur yang dulunya terbiarkan, kini sudah dikelola menjadi lahan pertanian,” jelasnya.

“Jalan interkoneksi desa dan jalan pertanian sudah terbuka. Yang dulunya masyarakat desa berjalan kaki dengan memikul beban berat,  kini sudah merdeka karena akses jalan sudah bisa dilalui kendaraan roda maupun mobil. Hasil produksi pertanian pun sudah meningkat karena mobilitas pendistribusian barang hasil pertanian ke pusat kecamatan dan kabupaten sudah lancar,” imbuh Nikson.

Cita – cita Bupati Nikson Nababan untuk membangun Tapanuli Utara dari pinggiran desa ini, diakuinya merupakan wujud nyata dari cita -cita Presiden Jokowi membangun Indonesia dimulai dari desa.

“Desa kuat, kota kuat negara Mandiri,”kata Nikson Nababan. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: