Bupati Darmin: Sungai Poso di Tentena Sudah Kumuh

foto Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu dan Escavator ditengah Sungai Poso di Tentena sedang melakukan pengerukan. foto desain dok deadline-news.com
0

Bang Doel (deadline-news.com)-Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu menjawab deadline-news.com melalui jaringan whatsappnya dari Jakarta Kamis siang (28/11-2019), sekitar pukul 14:05 wita mengatakan sudah saatnya sungai Poso di Tentena itu dibersihkan. Karena sudah sangat kumuh.

Hal itu ditegaskan Bupati Darmin terkait gelombang protes atas pengerukan Sungai Poso yang diatasnya terbentang Jembatan Yondo Pamona sepanjang 215 meter dengan lebar 4 meter, yang menghubungkan Kelurahan Sangele ke Kelurahan Pamona.

“Memang sudah harus dibersihkan sungai Poso itu, sebab sudah sangat kumuh. Begitupun dengan jembatan Yondo Pamona sudah lapuk bagian bawahnya, sengnyapun sudah tua dan berkarat. Sehingga sudah saatnya dilakukan renovasi yang lebih baik lagi,”jelas pensiunan Marinir TNI Angkatan Laut itu.

Disinggung soal adanya kelompok masyarakat yang melakukan unjuk rasa dan memprotes kebijakan Bupati yang diduga berkoloborasi dengan PT.Poso Energy membongkar jembatan Yondo Pamona dan melakukan pengerukan Sungai yang membelah Kelurahan Sangele dengan Pamona itu, kata Bupati Darmin yang pro lebih banyak ketimbang yang protes.

“Bahkan ketika pembongkaran jembatan Yondo Pamona itu melibatkan 10 Desa. Sebab saat dibangun mulai dari awal sampai yang ke empat kalinya dulu juga melibatkan lebih dari 10 desa. Nah sekarang untuk pembangunannya yang ke lima kalinya, kita ingin menampilkan desain yang lebih bagus lagi, dan tanpa menghilangkan ciri khas jembatan Yondo Pamona itu,”tutur Darmin.

Menurutnya kalau bercerita sejarah dibangunnya Jembatan Yondo Pamona pada tahun 1908 hanya menggunakan Kayu dan Bambu. Dan sebetulnya renovasi jembatan Yondo Pamona itu sudah yang ke lima kalinya pada tahun 2019 ini.

“Kita akan bangun jembatan baru yang lebih bagus lagi, dengan 85 persen menggunakan kayu. Dan kelebihannya kita tampilkan Galeri sejak mulainya dibangun dan digunakannya Jembatan Yondo Pamona itu sampai perubahannya yang ke lima kalinya, Sehingga menjadi salah satu icon destinasi wisata di kabupaten Poso dengan danaunya,”terang Bupati Poso Darmin itu.

Ia menegaskan kalau generasi dulu bisa bikin sejarah dimana Jembatan Yondo Pamona itu unik dan menarik bagi Wisatawan, maka kita juga ingin mempersembahkan hal yang sama, yang tentunya sesuai dengan kondisi kekinian.

Darmin mengatakan bagi kelompok masyarakat yang protes hanya sebagian kecil. Bahkan mereka tidak pernah peduli sungai Poso di Tentena itu. Pernahkah mereka turun membersikhkan sungai itu? Padahal sungai Poso di Tentena itu sudah sangat kumuh dan kotor.

“Mereka mengaku peduli dan penunggu Danau Poso, tapi mereka tidak pernah turun membersihkan danau dan sungai Poso di Tentena itu. Dan kalau penunggu danau berarti mereka berada dalam danau,”terangnya.

Kata Bupati darmin Bagi PT.Poso Energy jika tidak memilik izin baik analisis dampak lingkungan (AMDAL) maupun aturan lainnya, kami akan menghentikannya. Tapi kenyataannya PT.Poso Energi memiliki IZIN sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

“Karena memang manajemen PT.Poso Energy yang membangun jembatan Yondo Pamona dan pengerukan Sungai Poso dengan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang merupakan Tanggung jawab Sosial Perusahaan. Kita Pemerintah hanya mengasinya mulai dari soal Izin sampai pembangunannya,”ungkap Bupati Darmin.

Bupati Darmin menambahkan pembongkaran dan pembangunan Jembatan Yondo Pamona serta pengerukan sungai Poso di Tentena itu sudah mendapat petunjuk dan izin dari pemerintah Provinsi Sulteng dan Kementerian PUPR. Sehingga tidak ada masalah lagi.

“Saya curiga gerakan unjuk rasa sebagian masyarakat yang mengatasnamankan pemerhati dan penunggu Sungai dan Danau Poso yang menolak pembongkaran jembatan Yondo Pamona dan Pengerukan sungai bermuatan dan bermotif lain. Karena sesungguhnya mereka tidak pernah peduli sungai dan danau Poso yang sudah kumuh itu. Pernahkah mereka melakukan gerakan membersihkan Sungai dan Danau Poso?”kata Bupati Darmin dengan nada curiga.

Sebelumnya telah diberitakan Puluhan Massa dari Poso melakukan unjuk Rasa di Depan Gedung DPRD Sulteng, Selasa (26/11-2019), memprotes pembongkaran jembatan Yondo Pamona dan Pengerukan Sungai Poso di Tentena.

Dan sebelumnya Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu dan Manajemen PT.Poso Energi Ahmad Kalla dilaporkan ke Polisi atas pembongkaran Jembatan Yondo Pamona dan Pengerukan Sungai Poso di Tentena itu.

Massa menilai Pembongkaran jembatan Yondo Pamona dan Pengerukan Sungai sarat dengan kepentingan bisnis perusahaan Kalla Group yang mengelola pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sulewana Poso Sulteng. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: