Biro Pemerintahan Seriusi Sengketa Tapal Batas Pangkep–Bone

foto Dr.HM.Hasan Basri Ambarala, Kabiro Pemerintahan Pemprov Sulsel. foto Bang Doel/deadline-news.com
0

“Pembukaan  Ruas Jalan Pangkep – Bone, membuat akses ekonomi masyarakat makin baik”

foto pertemuan pemerintah kabupaten Pangkep bersama masayarakat dua desa yang bersengketa di tapal batas yang dimediasi oleh Biro Pemerintahan. foto Dok Biro Pemerintahan/deadline-news.com

Bang Doel (deadline-news.com)-Makassarsulsel-Tapal Batas antara Kabupaten Pangkep dengan Bone yang selama ini jadi sengketa (saling klaim), dalam waktu dekat ini segera diselesaikan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel).

“Kami telah turun ke lapangan melihat langsung apa yang menjadi penyebab kisruh saling klaim di perbatasan Kabupaten Pangkep dengan Kabupaten Bone. Biro pemerintahan sebagai bagian dari Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah sangat serius menyelesaikan kisruh saling klaim di tapal batas Pangkep Bone itu,”ujar Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sulsel Dr.HM.Hasan Basri Ambarala, SH, MH menjawab deadline-news.com di ruang kerjanya Senin (26/11-2018).

Menurutnya masyarakat yang berada di dua desa yang berbatasan yakni desa Tondong Kec.Tondong Tallasa Kabupaten Pangkep dengan Desa Tondong Kecamatan Tallu Limpoe Kabupaten Bone, menyerahkan penyelesaikan sengketa tapal batas itu ke Pemprov Sulsel.

“Dua desa itu masih satu rumpun, walau mereka berada di Tapal Batas, makanya masyarakat di dua desa itu menyerahkan penyelesaiannya ke Pemprov Sulsel dengan duduk bersama Bupati Pangkep dan Bone,”jelas mantan wartawan Fajar itu.

Kata doktor dibidang pemerintahan itu, Gubernur Prof Nurdin Abdullah bersama wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman memprogramkan segera membuka ruas jalan dari arah Pangkep ke Bone dengan melalui tapal batas tersebut.

Sehingga melahirkan kantong-kantong dan akses perekonomian baru bagi masyarakat yang bermukim di daerah itu dan sekitarnya.

Selain itu dengan dibukanya ruas jalan Pangkep – Bone memperpendek jarak tempu dari Makassar melewati Pangkep ke Bone.

Dan ruas jalannya lebih lurus, dibandingkan ruas jalan Maros (Camba) ke Bone yang berkelok-kelok, terjal dan agak rawan kecelakaan lalulintas.

“Dengan dibukanya ruas jalan Pangkep – Bone dapat memberikan akses ekonomi masyarakat makin baik di dua kabupaten tersebut,”tutur lelaki berkumis tebal itu. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: