Berebut Suara di Donggala, Jalan Rusak Tak Ada Yang Bersuara

foto kopi pahi Bang Doel/deadline-news.com
0

 

Foto ruas jalan rusak pas di pintu masuk kota Donggala di Kabong besar sampai di kantor Pos. Foto Bang Doel/deadline-news.com

 

Setiap lima tahun, puluhan tokoh-tokoh politik berebut suara pemilih masyarakat di wilayah Kabupaten Donggala dan Sigi.

Namun ternyata soal pembangunan fasilitas umum diantaranya ruas jalan provinsi dalam kota Donggala yang panjangnya hanya kurang lebih 1 kilometer, minim perhatian para politisi itu.

Padahal ada 8 orang anggota DPRD Sulawesi Tengah yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Donggala – Sigi itu.

Mereka yang duduk di DPRD Sulteng Dapil Donggala – Sigi itu yakni Nilam Sari Lawira, Ridwan Yalidja, Tahir H.Siri, Muharram Nurdin, Enos Pasaua,MM, Abdul Karim Aljufri, Marlela dan Kaharudin.

Dari 8 anggota DPRD Dapil Donggala – Sigi periode 2019-2024, seperti mereka tidak mengusulkan ke Pemerintah Provinsi yakni Dinas Binamarga untuk perbaikan ruas jalan yang menjadi akses dari kota Palu (Kabonga besar), kantor Bupati Donggala, Goneganti, Pelabuhan, Destinasi Tajung Karang dan Boneoge.

Pembangunan dan perbaikan ruas jalan dari Kabonga besar ke Goneganti itu dikerjakan sejak Bupati H.Nabi Bidja, kemudian dilanjutkan Almahrum Adam Ardja Lamarauna dan disempurnakan oleh Bupati Habier Ponulele.

Saat itu Akris Fatta Yunus sebagai kepala Dinas pekerjaan umum (PU). Karena ruas jalan itu sempat diambil alih pembangunan dan perbaikannya oleh Pemerintah daerah Kabupaten Donggala.

Namun sejak pemerintahan dibawa kepemimpinan Kasman Lassa, ruas jalan yang menjadi akses utama masuk ke kota Donggala itu terkesan dibiarkan rusak. Karena ternyata sudah dikembalikan ke provinsi untuk kewenangan perbaikannya.

Sejak beberapa tahun terakhir ini, ruas jalan dua jalur itu berlubang-lubang dan saat musim hujan digenangi air serta berlumpur. Sehingga membuat para pengguna jalan itu tidak nyaman.

Kepala Bidang jalan dan Jembatan Dinas Binamarga Sulteng Asbudianto menjawab deadline-news.com Rabu (6/7-2022), via chat di whatsappnya mengatakan anggaran pemeliharaan ruas jalan itu sangat kecil.

Sehingga hanya ditimbun sirtu yang berlubang-lubang. Dan penggalian drainasenya.

Herry warga Donggala membenarkan bahwa pihak Binamarga Sulteng sudah melakukan penimbunan sebagian ruas jalan itu. Tapi tidak dipadatkan, sehingga ketika musim penghujan, tetap digenangi air, becek dan kembali rusak.

“Oleh sebab itu kami minta perhatian pemerintah Sulteng (Gubernur) Rusdy Mastura dan seluruh wakil rakyat Dapil Donggala di DPRD Sulteng. Karena akses jalan dalam kota Donggala itu sudah sangat rusak,”tandas Harry. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: