Aptripel Terlapor Dugaan Korupsi Dana Pembebasan Lahan di Korolama

foto Bupati Morowali Utara Ir.Aptripel Tumimomor usai menerima DIPA tahun anggaran 2020 di palu. foto Bang Doel/deadline-news.com
0

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Bupati Kabupaten Morowali Utara Sulawesi Tengah (Morut-Sulteng) Aptripel Tumimomor terlapor dugaan korupsi pembebasan lahan di Desa Korolama Kecamatan Petasia masih terus diselidiki pihak Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sulteng.

“Untuk kasus dugaan korupsi pengadaan lahan perkantoran pemerintah Kabupaten Morut, dengan terlapor Aptripel masih terus diselidiki. Pihak penyidik masih menunggu hasil audit investigasi badan pemeriksa keuangan (BPK -RI) untuk ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan,”demikian dikatakan Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol.Didik Supranoto menjawab deadline-news.com via chat whatsappnya Rabu sore (15/1-2020) di Palu.

Kata perwira polisi tiga bunga melatih di Pundaknya itu, untuk perkara pengadaan tanah perkantoran pemda kab morut di desa korololama kec petasia tahun anggaran 2016 – 2017, perkembangannya masih menunggu perhitungan kerugian negara dari BPK-RI.

Sebelumnya Bupati Morut Ir.Aptripel Tumimomor menjalanani pemeriksaan di Tipikor Polda Sulteng Senin (17/9-2018) silam.

Aptripel tiba di ruangan Subdit III Ditreskrimsus Polda Sulteng pada pukul 9:00 wita. Aptripel menggunakan baju kemeja warna putih bintik-bintik hitam berlengan pendek, dipadu celana jeass warna gelap.

Aptripel datang ke Polda Sulteng menumpang mobil Fortuner warna hitam berplat B 9 AZI. Aptripel terlihat dikawal 2 orang pria berambut cepak.

Pemeriksaan terhadap Bupati Morut itu, diduga terkait dengan proyek pembebasan lahan rencana lokasi perkantoran pemerintah Kabupaten Morut di Desa Korolama Kecamatan Petasia seluas 46 hektar, dengan biaya ganti rugi mencapai Rp,9,5 miliyar.

Bupati Morut Aptripel Tumimomor yang dikonfirmasi via handponnya di nomor 08219391333X tidak memberikan jawaban. Telepon selulernya itu aktif, tapi tidak dijawab saat dihubungi berkali-kali. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: