Apel Besar dan Simulasi Sispamkota di Polres Donggala

foto Wakapolda Sulteng Drs. Setyo Boedi Moempoeni Harso, SH. M.Hum, Bupati Donggala Drs. Kasman Lassa SH, Pejabat Kodim Mayor Inf Amrulah, Danyon A Polopor Kompol M Aries SIK, Ketua KPU M Unggul S.Sos, M. Si, Ketua Pengadilan Negri Donggala, Kepala BNN AKBP Kahar Muzzakir, SH. foto dok Humas Res Donggala/deadline-news.com
0

Ilong (deadline-news.com)-Donggalasulteng-Polres Donggala melaksanakan Apel Besar dan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Jum’at (5/4-2019).

Adalah wakapolda Sulteng Drs. Setyo Boedi Moempoeni Harso, SH. M.Hum, yang memimpin Apel besar dan Sispamkota itu.

Kegiatan ini dipusatkan di depan Kantor Bupati Donggala. Bupati Donggala Drs. Kasman Lassa SH, Pejabat Kodim Mayor Inf Amrulah, Danyon A Polopor Kompol M Aries SIK, Ketua KPU M Unggul S.Sos, M. Si, Ketua Pengadilan Negri Donggala, Kepala BNN AKBP Kahar Muzzakir, SH, Seluruh pejabat utama Polres Donggala dan Mitra masyarakat serta unsur penyelenggara Pemilu 2019, hadir dalam kegiatan itu.

Dalam kesempatan tersebut Wakapolda Sulawesi Tengah membacakan amanat Kapolda Sulteng Brigjen Pol. Lukman Wahyu.

Isi amanatnya antara lain dari apel besar potensi masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masayarakat guna mendukung Pileg dan Pilpres tahun 2019.

“Oleh karna itu saya mengajak masyarakat untuk turut serta mengamankan Pileg dan Pilpers 17 April 2019 ini. Dan para calon legislatif harus patuh dalam aturan yang sudah di tentukan,”tegas Kapolda dalam sambutannya seperti dikutip Wakapolda Sulteng itu.

Kapolda berharap, seluruh stakeholder terkait agar bekerja sama dalam pengamanan Pilpres dan Pileg tahun 2019. Kemudian TNI- POLRI, KPU, Bawaslu dan seluruh masyarakat, agar solit berkerja sama untuk menyukseskan pemilu 2019.

“Peran kita sangat penting dan dibutuhkan agar Pileg dan Pilpres berjalan dengan aman, damai dan sejuk,”ucapnya.

Simulasi Sispamkota Polres Donggala itu terdapat rangkaian agenda, berawal dari kericuhan masyarakat yang tidak puas dengan adanya salah satu masyarakat di TPS tidak mendapatkan surat suara dan tidak memiliki KTP/Kartu keluarga, tapi bersikeras dan ngotot ingin tetap mencoblos di TPS tersebut hingga terjadilah keributan.

Kapolres Donggala AKBP S Ferdinand Suwarji, SE mengatakan proses Simulasi di lakukan untuk memastikan kesiapan Personil keamanan dalam mengamankan jalannya Pemilu 2019.

Ia menegaskan prosedur prosedur pengamanan harus dilakukan dan dilatih kepada seluruh Personil yang akan melaksanakan Pengamanan, agar tidak salah bertindak nantinya dilapangan.

“Kami berharap pelaksanaan Pemilu 2019 pada tanggal 17 April 2019 nanti, dapat berjalan dengan aman, lancar dan demokratis. Mari kita bersama-sama menjaga situasi di Kabupaten Donggala yang aman dan kondusif,”ajak kapolres Donggala itu. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: