Alfamidi Bantu Pemerintah Kurangi Pengangguran

0

 

Antasena (deadline-news.com)-Palusulteng-Kehadiran Alfamidi (Toko-Serba Ada) disuatu daerah terkadang mendapat penolakan sejumlah pihak. Sebab dianggap mengganggu usaha kecil seperti kios-kios masyarakat.

Foto mananger Alfamidi saat penyerahan sembako bantuan untuk disurkan ke panti-panti asuhan dan warga kurang mampu. Foto Bang Doel/deadline-news.com

 

Sehingga pemerintah daerah ragu-ragu memberikan izin. Padahal kehadiran Alfamidi ini justru dapat membantu pemerintah didalam mengurangi pengangguran.

Sebut saja Alfamidi dalam kota Palu yang sudah tumbuh bagaikan jamur di musim hujan itu, mempekerjakan warga lokal Palu khususnya dan Sulteng umumnya mencapai 450 orang.

Dengan rincian rata-rata 9 orang setiap toko. Sedangkan toko Alfamidi sudah mencapai kurang lebih 50 unit yang tersebar di dalam kota Palu.

Hal itu dikatakan Manager Marketing Alfamidi Kota Palu Soemarno yang berkantor di Kayu Malue.

“Rata-rata tenaga kerja lokal disetiap toko Alfamidi di dalam kota Palu itu 9 orang. Sedangkan toko Alfamidi saat ini sebanyak 50an unit tersebar diseluruh wilayah kota Palu,”jelas Soemarno.

Alfamidi tidak hanya mengurangi pengangguran, tapi juga membantu pemerintah setempat membangun ruang-ruang terbuka hijau (RTH) seperti taman di bundaran Hasanuddin Palu.

Hanya saja proyek pembangunan RTH bundaran Hasanuddin itu belum rampung sampai saat ini. Padahal pihak Alfamidi telah menyiapkan anggaran Rp,4,4 miliyar pada tahun anggaran 2020 kemarin.

Bahkan dikabarkan terjadi pergantian rekanan, karena pengerjaan taman kota bundaran Hasanuddin itu diduga tidak sesuai space yang diharapkan. Padahal sudah digelontorkan panjar Rp,1,4 miliyar dari total Rp,4,4 miliyar.

Hal ini dibenarkan Arif L. Nursandi
Corp. Comm. Mgr. Alfamidi.

Menurut lelaki yang akrab disapa Andy ini, perusahaannya (Alfamidi-red) sedang menjejaki pengembangan usahanya ke wilayah Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat.

“Namun sebelum ekspansi ke Pasangkayu pihaknya terlebih dahulu melakukan survey produk-produk lokal yang diharapkan menjadi unggulan (Icon -red) di daerah itu untuk dipajang dan dipasarkan dalam toko Alfamidi saat mulai buka nanti,”sebut Andy. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: