Aktivis Kiri dan Kanan Bertemu di Mabes TNI AD

Foto ketua Pembina SMSI Jendral TNI AD Dudung Abdurrahman bersama ketum SMSI Firdaus. Foto Wiwit/detaknews.id
0

“SMSI Strategis Untuk Kepentingan Bangsa”

Bang Doel (deadline-news.com)-Jakarta-Mantan Aktivis kiri Budiman Sudjatmiko dan mantan Aktivis kanan H.Firdaus bertemu dan bersatu di Mabes TNI Angkatan Darat (AD).

“Aktivis kiri dengan aktivis kanan mustahil akan bertemu, namun kenyataannya sekarang dapat bersatu di Mabes TNI AD dalam satu tujuan nasionalisme Kebangsaan untuk Tanah Air Indonesia,”kata Firdaus dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Pimpinan Nasional Serikat Media Siber Indonesia (Rapimnas-SMSI) Pusat Kamis (21/7-2022), pukul 9:00 wib di aula AH Nasution lantai 3 Mabes TNI AD.

Kata Firdaus sejak jadi aktivis kanan, selalu gemetar jika melihat baju seragam hijau (TNI).

“Tapi dengan bertemu KASAD TNI AD Jendral Dr.Dudung Abdurachman penyakit gemetar itu sudah tidak lagi, apalagi Pak Dudung sudah jadi ketua dewan pembina SMSI Pusat,”jelas Firdaus.

Firdaus menjelaskan di SMSI telah melakukan kanalisasi yakni ada Forum Pemred Siber, LBH Siber dan Milenial Ciber Media (MCM).

Forum Pemred Siber ini yang akan mengawal idealisme, kode etik, keberimbangan dalam pemberitaan sebagaimana diatur dalam UU No.40 tahun 1999 dan turunannya (Kode Etik Wartawan) dan melakukan edukasi terhadap jurnalis.

Sedangkan LBH Siber, akan membantu kawan-kawan SMSI jika membutuhkan pendampingan hukum bila mengalami masalah hukum terkait pers.

Sementara MCM yakni merangkul adik-adik pengurus OSIS di SMP/SMA dan mahasiswa untuk belajar mengelola media siber.

“MCM merupakan generasi penerus masa depan Media Siber kita,”terang Firdaus.

Jendral TNI Dudung Abdurrachman dalam sambutannya mengatakan terima kasih atas penghargaan SMSI karena sudah mempercayakan dirinya sebagai ketua Dewan Pembina SMSI pusat dan pemberian pin Emas.

“SMSI ini luar biasa dan demi kepentingan bangsa saya tidak panjang lebar untuk berdiskusi, tapi saya langsung mengapresiasi. Karena sangat positif,”tegas Jendral TNI Dudung.

Menurutnya berita-berita bohong akan menjadi sebuah kebenaran jika terus menerus dipublikasikan di media sosial.

“Negara-negara di dunia ini termasuk di Timur Tengah muncul konflik akibat dari informasi adu domba. Dan di Indonesia juga muncul hal serupa. Misalnya ada kelompok tertentu yang dikultuskan. Oleh karenanya dengan kehadiran SMSI diharapkan mampu mengcounter informasi-informasi yang mengandung kebohongan dan dapat menjadi bibit-bibit konflik,”tegas Dudung.

Kata Dudung SMSI merupakan organisasi strategis untuk kepentingan bangsa. Sehingga diharapkan melahirkan jurnalisme yang jujur, damai, berpedoman pada aturan-aturan pers. Dan melahirkan karya jurnalis yang jujur serta berimbang. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: