Akhirnya Arus Abdul Karim Pimpin Golkar Sulteng

seniur partai Golkar berkumpul
0

Andi Attas Abdullah (Deadline News/koranpedoman.com)-Palu-Seperti yang diprediksikan sebelumnya bahwa H.Arus Abdul Karim menguat menjelang musyawara daerah (Musda) yang dihelat di salah satu hotel di Palu Ahad-Senin (13-14/11-2016).
Arus Abdul Karim terpilih secara aklamasi untuk memimpin DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tengah periode 2016-2021. Arus akan menggantikan Ketua DPD Partai Golkar sebelumnya Prof.Drs.H. Aminuddin Ponulele yang telah memimpin DPD Golkar selama tiga periode berturut-turut.

Seperti dilansir antaranewssulteng.com menuliskan pimpinan sidang pleno pemilihan calon ketua DPD Golkar Sulteng Freddy Latumahina dari DPP Partai Golkar langsung menetapkan Arus Abd Karim sebagai ketua terpilih karena tidak ada saingan dalam pencalonan Ketua DPD Golkar tersebut.

Saat ini Musda Golkar sedang menunggu hasil formatur terhadap susunan kepengurusan DPD Partai Golkar dibawah kepemimpinan Arus. Arus Abdul Karim diberi waktu 15 hari menyusun komposisi kepengurusan dengan struktur pengurus tidak boleh lebih dari 100 orang.

Freddy mengatakan setelah komposisi kepengurusan disahkan DPP baru dilakukan pelantikan oleh Ketua Umum Setya Novanto. Peserta Musda memilih lima formatur yakni ketua terpilih Arus Abd Karim, Rusdi Mastura tokoh senior Golkar, Plt Ketua DPD Golkar Donggala Hasyim Hadado, Ketua DPD Golkar Buol Abdullah Batalipu dan satu orang dari DPP.

Sebelumnya tokoh senior Golkar Rusdi Mastura mengatakan langkahnya terhenti untuk mencalonkan diri menjadi ketua DPD karena majunya Arus sebagai kader muda yang memiliki potensi besar memimpin dan memajukan Golkar di daerah. “Kita harus legowo memberikan kesempatan kepada kader yang lebih muda,” katanya.

Rusdi mengatakan dirinya optimistis terhadap kemajuan Golkar di Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Arus Abd Karim. Pada pembukaan Musda, Minggu malam, Wakil Ketua DPP Freddy Latumahina mengatakan saat ini Golkar di semua jajaran sedang melakukan konsolidasi organisasi dengan melakukan peremajaan kepemimpinan karena masih banyak ketua Golkar dipimpin generasi tua. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: