Akhir Pertemuan Sudarto Bersama Pramuka

Jenazah H.Sudarto yang diupacarakan secara sipil di Kantor Gubernur Sulteng Ahad (2/10-2016) foto FB Jeprin Paudi.
0

Pagi itu sinar mentari mulai memancarkan cahayanya. Tepatnya Sabtu (1/10-2016) sekitar pukul 8-9 wita, wakil Gubernur H.Sudarto, SH. M.Hum terlihat segar dan bugar membuka perkemahan pramuka penggalang dan kepanduan di halaman kantor RRI Palu jalan RA Kartini.
Perkemahan pramuka itu sebagai manifestasi nilai-nilai kesaktian pancasila yang hari itu 1 Oktober 2016 diperingati di seluruh Nusantara.
Tak ada yang menyangka jika pembukaan kemah pramuka itu adalah akhir pertemuan wakil Gubernur Sudarto dengan adik-adik pramuka dan kakak-kakak pembina. Pasalnya dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Sudarto nada suaranya begitu nyaring yang kental dengan logat Jawanya. Sudarto sangat bersemangat dan memberikan , motivasi dan spirit bagi adik-adik pramuka yang menggelar kemah di halaman kantor RRI Palu itu
Dengan nada tegas disertai guyonan ia mengatakan bahwa satu-satunya organisasi kepanduan saat ini adalah pramuka. “Disinila ditanamkan nilai-nilai bela negara, nasionalisme, disiplin dan mencintai keberagaman yang ada di Negeri kita ini.
Dan adik-adik pramuka harus membantu pemerintah untuk mewujudkan generasi bangsa yang bebas dari AIDS, HIV dan Narkoba. Karena narkoba salah satu penyebab timbulnya AIDS dan HIV. Dan kota Palu sebagai ibu kota Provinsi banyak banyak peredaran narkoba dan penderita penyakit AIDS DAN HIV itu.
“Oleh sebab itu diharapkan adik-adik pramuka dapat membantu pemerintah untuk mencegah peredaran narkoba. Jauhi narkoba demi masa depan generasi bangsa. Dan saya yakin adik-adik pramuka yang sedang berkema ini tidak ada yang kecanduan narkoba”tutur Sudarto.
Sebelum mengakhiri sambutamnya Sudarto memanggil salah seorang peserta kemah pramuka maju kedapan sambil tanya jawab. Dari keceriaan, semangat dan guyonan pak Darto hadirin peserta pembukaan kemah pramuka itu tidak ada yang menyangka jika pertemuannya itu adalah sebuah akhir.
Disamping umur yang sudah 68 tahun, dan kesibukan yang cukup padat membuat Sudarto kecapean. Ia tak kenal lelah mengabdi untuk bangsa dan negara terkhusu bagi masyarakat Sulteng. Selamat jalan pak De Darto Insha Allah amal dan darma baktimu mendapat ganjaran yang setimpal dari Allah SWT. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: