Ada Raiser Ikan Hias dan Rumah Kemasan Pakan Olahan di Taman Ria

Dr.Ir.H.Hasanuddin Atjo, MP Kadis Kelautan dan Perikanan (foto Bang Doel)
0

Palu (deadline-news.com)– Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, Dr. Hasanuddin Atjo tak pernah berhenti berinovasi di sektor kelautan dan perikanan. Alumni Jurusan Budidaya Perikanan, Institut Pertanian Bogor 1983 ini, kini mengembangkan kawasan Raiser Ikan Hias dan Rumah Kemasan UMKM Pakan Olahan milik DKP Sulteng di kawasan Pantai Taman Ria Palu.
Di kawasan rencananya akan dikembangkan sarana publik yang diharapkan dapat mendatangkan warga Palu dan sekitarnya di lokasi tersebut.
“Kita akan coba kembangkan tempat publik berupa kafe yang menjual berbagai makanan laut dan tempat warga menikmati kopi. Ini akan menjadi magnet yang mendatang orang-orang untuk mengunjungi Raiser Ikan Hias DKP,” kata Atjo di sela kegiatannya di Raiser Ikan Hias, di Jalan Cumi-cumi Palu.
Ada tujuan lain dibalik ide Atjo yang agak tak biasa itu. Atjo mengatakan selama ini agak sulit untuk mengajak orang untuk datang melihat raiser ikan hias dan rumah kemasan yang terletak kawasan Taman Ria, Kota Palu itu.
“Dengan kondisinya yang sekarang, memang masih jauh dari harapan orang mau berkunjung di sini,” aku birokrat kelahiran Poso, 14 Mei 1960 ini.
Apalagi Raiser Ikan Hias yang jumlahnya masih kurang serta Rumah Kemasan UMKM yang produknya belum terstandarisasi.
Kata dia, harus ada cara untuk menarik daya tarik warga untuk berkunjung di lokasi strategis di kota Palu itu. Cara kata dia, adalah dengan membuat beberapa kegiatan yang terkait dengan kebutuhan masyarakat, misalnya ruang publik untuk makan dan minum. Bisa pula kata dia, ruang tempat warga mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk kehidupannya sehari-hari. Maka, yang paling lekat dengan hal itu adalah kafe tempat makan dan minum warga.
Menurut Atjo, DKP berusaha agar kafe tersebut harus tetap terkoneksi dengan sektor perikanan. Misalnya dengan menyajikan menu khas ikan atau bahan makanan berbahan dasar ikan dan lainnya. Tidak hanya itu, kafe ini diharapkan bisa menjual makanan kemasan dengan produk dasar ikan.
Dari kafe ini berbagai kegiatan diharapkan bisa dilakukan. Misalnya dengan membuka ruang tempat diskusi dan kegiatan kecil bagi SKPD lain yang ingin programnya dilepas ke masyarakat.
Dengan demikian diharapkan akan banyak pengunjung yang datang. Ketika pengunjung mulai berdatangan, dia berharap 30 persen dari mereka akan datang melihat-lihat raiser ikan hias dan Rumah Kemasan UMKM tersebut. (sumber Sultengekspres.com).***
Soal PI Perusahaan Migas, Anggota Dewan Jangan Asal Ngomong

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: